EksekutifPemkab Bonebolango

Monev 14 Dapur MBG, Pemkab Bone Bolango Pastikan Program Prabowo Berjalan Optimal

×

Monev 14 Dapur MBG, Pemkab Bone Bolango Pastikan Program Prabowo Berjalan Optimal

Sebarkan artikel ini
Satuan Tugas MBG Bone Bolango Lakukan monitoring dan evaluasi 14 Dapur MBG
Satuan Tugas MBG Bone Bolango Lakukan monitoring dan evaluasi 14 Dapur MBG

BONEBOL,HARIANPOST.ID– Pemerintah Kabupaten Bone Bolango pastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Presiden Prabowo Subianto di Bone Bolango, berjalan optimal.

Guna memastikan hal itu, Pemkab Bone Bolango melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara langsung di 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Bone Bolango, Kamis, 8 Mei 2026.

Kegiatan monitoring ini dilakukan sebagai langkah memastikan seluruh proses pelayanan berjalan optimal, mulai dari distribusi makanan hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat. Pengawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga standar pelaksanaan program agar tetap sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Ketua Tim Satgas MBG Bone Bolango, Iwan Mustapa, mengatakan bahwa monev lapangan sangat penting dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi riil pelaksanaan program sekaligus mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi pengelola di lapangan.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan bukan hanya sebatas pemeriksaan administrasi, tetapi juga menyentuh aspek teknis dan kualitas pelayanan di masing-masing SPPG.

“Tim Satgas melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari proses distribusi makanan, kualitas pelayanan, kebersihan, administrasi, hingga kesiapan sumber daya di masing-masing SPPG,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan, keberadaan SPPG memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan Program MBG, khususnya dalam memastikan makanan bergizi dapat diterima masyarakat secara tepat waktu, aman, dan sesuai standar kesehatan.

Monitoring lapangan juga bertujuan untuk memetakan berbagai tantangan yang dihadapi pengelola, agar pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah pembenahan dan perbaikan apabila ditemukan kendala di lapangan.

“Kami ingin memastikan program ini benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat. Karena itu, kondisi di lapangan harus dipantau secara langsung agar setiap persoalan bisa segera ditangani,” katanya.

Tak hanya fokus pada aspek pemenuhan gizi masyarakat, pemerintah daerah juga mulai melihat dampak lanjutan atau multi efek dari keberadaan SPPG terhadap lingkungan sekitar. Dari hasil pemantauan sementara, program tersebut dinilai mulai memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Keterlibatan pelaku UMKM dalam penyediaan bahan pangan, meningkatnya aktivitas distribusi, hingga terbukanya peluang usaha baru menjadi salah satu indikator tumbuhnya perputaran ekonomi di wilayah sekitar SPPG.

“Kami juga ingin melihat sejauh mana dampak multi efek dari keberadaan SPPG terhadap lingkungan sekitar,” tegas Iwan.

Menurutnya, program MBG perlahan mulai menciptakan peluang kerja bagi masyarakat setempat, baik dalam proses pengolahan makanan, distribusi, maupun penyediaan bahan baku pangan lokal. Kondisi tersebut dinilai mampu membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

“Perputaran ekonomi daerah juga ikut terdorong melalui pengadaan bahan pangan lokal, jasa distribusi, dan pemberdayaan tenaga kerja setempat,” ungkapnya.

Di sisi lain, dampak sosial dari program ini juga mulai dirasakan masyarakat. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat dan pemenuhan gizi seimbang disebut mengalami peningkatan seiring masifnya pelaksanaan program MBG di berbagai wilayah.

Iwan menambahkan, dalam kegiatan monitoring tersebut Tim Satgas MBG juga memberikan pembinaan kepada para pengelola SPPG. Sejumlah catatan evaluasi turut disampaikan sebagai bahan perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.

Adapun fokus pembinaan diarahkan pada peningkatan kualitas makanan, higienitas dapur dan lingkungan pelayanan, kedisiplinan petugas, hingga ketepatan waktu distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Pemerintah daerah berharap keberadaan SPPG tidak hanya menjadi sarana pendukung Program MBG, tetapi juga mampu berkembang menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan pengawasan yang terus dilakukan secara berkala, Pemkab Bone Bolango optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *