POHUWATO, HARIANPOST.ID- Aksi demonstrasi Bersama Aliansi Barisan Rakyat Anti Penindasan (BARA API) yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional 1 Mei atau May Day tahun 2026, Jum’ at besok, jadi momentum penting bagi buruh penambang Pohuwato untuk menggugat ketidakadilan.
Terhadap rencana aksi demonstrasi tersebut, Ketua Forum Camat Seluruh Indonesia Kabupaten Pohuwato (Forcasi), Burhan Moputy menyampaikan dukungannya. Menurut Burhan, aksi tersebut sebagai wujud demokrasi dan penyampaian aspirasi masyarakat.
“Kami memahami dan mendukung apa yang diperjuangkan oleh rekan-rekan di BARA API. Aspirasi buruh dan rakyat adalah bagian penting dari dinamika pembangunan daerah,” ujar Burhan, Kamis, 20 April 2026.
Meskipun memberikan dukungan, Burhan memberikan catatan penting terkait pelaksanaan aksi tersebut. Ia menyarankan agar BARA API mempertimbangkan kembali waktu pelaksanaan atau menunda rencana demonstrasi tersebut.
Bukan tanpa alasan. Menurut Burhan, pertimbangan utama adalah menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Bumi Panua agar tetap kondusif.
“Kami menyarankan agar rencana demonstrasi ini ditunda terlebih dahulu. Pertimbangan utamanya adalah menjaga kondisi Kamtibmas daerah agar tetap stabil dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Senada dengan Burhan Moputy, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Pohuwato, Sirwan Mohi juga memberikan dukungan terhadap rencana demonstrasi tersebut.
Sirwan bilang, tuntutan yang dibawa oleh para buruh tambang merupakan representasi dari kegelisahan warga desa yang menggantungkan hidup di sektor pertambangan. Ia menilai, perlindungan hak-hak buruh adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan di tingkat desa.
“Kami di APDESI melihat ini bukan sekadar aksi demonstrasi biasa. Ini adalah jeritan warga kami yang bekerja di sektor tambang,” ujar Sirwan.
Dirinya juga menegaskan bahwa pemerintah desa tidak bisa menutup mata terhadap kondisi warganya, terlebih yang menggantungkan hidup di pertambangan. Ia berharap momentum 1 Mei besok menjadi titik balik bagi perusahaan dan pemerintah untuk lebih humanis dalam memandang hak masyarakat.
Sama seperti Burhan, dirinya juga menyarankan kepada BARA API untuk menunda rencana demonstrasi besok tersebut, guna menjaga kamtibmas di Pohuwato.
“Perjuangan teman-teman buruh dan Aliansi BARA API adalah bagian dari perjuangan rakyat desa. Tapi, kami berharap aksi ini ditunda waktunya, guna mempertimbangkan keamanan daerah,”pintanya.












