GORONTALO,HARIANPOST.ID- Aliran air menuju persawahan di Desa Pilomonu dan sekitarnya kini mulai kembali lancar. Hal ini menyusul adanya kegiatan normalisasi sungai yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat penambang lokal di Kecamatan Mootilango, Ahad, 26 April 2026.
Langkah normalisasi ini diambil sebagai upaya pemulihan fungsi sungai yang selama ini terhambat oleh pendangkalan. Mengingat pentingnya pasokan air bagi petani, para penambang berinisiatif melakukan pengerukan sedimen agar arus air tidak lagi tersumbat.
Dalam pengerukan itu, tiga unit alat berat dikerahkan untuk mengangkut material lumpur dan pasir yang menumpuk di dasar sungai. Pengerjaan ini dilakukan secara bertahap menyisir aliran sungai dengan total panjang mencapai kurang lebih tujuh kilometer.
Pengerukan ini dianggap krusial karena tumpukan sedimen yang kian menebal telah lama mengganggu distribusi air ke lahan-lahan pertanian warga.
Antusiasme terlihat dari masyarakat petani Desa Payu yang datang memantau langsung proses pengerjaan di lokasi. Bagi petani, normalisasi ini merupakan kebutuhan mendesak untuk memastikan sawah mereka tetap terairi, terutama saat memasuki musim tanam.
Dengan normalisasi ini, distribusi air ke sektor pertanian diharapkan kembali optimal. Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi seluruh pihak di wilayah tersebut untuk tetap memperhatikan kelestarian lingkungan demi kepentingan bersama.












