BOALEMO, HARIANPOST.ID- Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali mengajak pemuda untuk terlibat langsung dalam mendukung upaya pemerintah daerah menggerakkan ekonomi masyarakat di kabupaten Boalemo.
Menurut Lahmuddin pemuda tidak boleh jadi penonton, justru harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di kabupaten Boalemo. Itu disampaikan Wakil Bupati Boalemo saat membuka kegiatan pengukuhan dan pengkaderan Organisasi Senopati Tiga Dara yang dilaksanakan di Pantai Bolihutuo, Sabtu 18 April 2026.
“Organisasi harus mampu menjadi motor penggerak, bukan hanya penonton. Anggota harus berpikir ke depan agar dapat mengambil peluang dari perkembangan yang ada,” tutur Lahmuddin Hambali.
Lebih lanjut Lahmuddin menegaskan bahwa kawasan Desa Piloliyanga kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Boalemo. Kehadiran berbagai program strategis, termasuk pembangunan batalyon di wilayah tersebut, akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Saat ini jumlah prajurit di batalyon telah bertambah sebanyak 70 orang sehingga total menjadi 605 personel. Dengan pembangunan batalyon yang menelan anggaran sekitar Rp80–90 miliar, kita optimistis akan terjadi peningkatan perputaran ekonomi, khususnya di tiga desa sekitar,” ujar Wakil Bupati.
Ia juga menjelaskan bahwa dengan asumsi rata-rata gaji personel sebesar Rp5 juta dan jumlah personel mencapai lebih dari 1.000 orang, maka potensi perputaran uang di masyarakat bisa mencapai sekitar Rp1 miliar setiap bulan, apabila setiap personel membelanjakan minimal Rp1 juta.
Lebih lanjut, Pemerintah Daerah Boalemo juga tengah mengupayakan sejumlah program pendukung lainnya, seperti pengajuan pembangunan Sekolah Garuda ke pemerintah pusat, penyusunan Detail Engineering Design (DED) jembatan di Piloliyanga senilai Rp1 miliar, serta rencana pembangunan jalan lingkar dengan estimasi anggaran mencapai Rp90 miliar.
Momentum ini, menurutnya, harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat lokal. Ia mengingatkan bahwa masuknya pelaku usaha dari luar daerah akan menciptakan persaingan yang tidak terhindarkan.
“Beberapa pelaku usaha sudah mulai menghubungi kami untuk membuka usaha di wilayah ini. Kami persilakan, karena lahan adalah milik masyarakat. silahkan bekerjasama, Namun,” tegasnya.
Wakil Bupati Lahmuddin berharap Organisasi Senopati Tigadara dapat mengambil peran aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta mendorong anggotanya untuk berpikir visioner dan adaptif terhadap perubahan.












