Pemkab Bonebolango

Edukasi Hukum Sejak Dini, Pemkab Bone Bolango dan Kejati Gorontalo Gelar JMS

×

Edukasi Hukum Sejak Dini, Pemkab Bone Bolango dan Kejati Gorontalo Gelar JMS

Sebarkan artikel ini
Pemkab Bone Bolango dan Kejati Gorontalo Gelar Jaksa Masuk Sekolah. (Foto Prokopim)
Pemkab Bone Bolango dan Kejati Gorontalo Gelar Jaksa Masuk Sekolah. (Foto Prokopim)

BONEBOL, HARIANPOST.ID- Pemerintah Kabupaten Bone Bolango bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo perkuat sinergi melalui program penyuluhan hukum Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Kegiatan yang menyasar para pelajar ini digelar di Ruang Lupa Lelah, Kantor Bupati Bone Bolango, Kamis, 16 April 2026.

Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran hukum sejak usia sekolah guna menekan potensi pelanggaran hukum di masa depan. Pantauan di lokasi, agenda tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bone Bolango, Risman Tolingguhu, jajaran pimpinan OPD, ASN, serta perwakilan siswa dari lima sekolah di wilayah Bone Bolango.

Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiasi ini. Menurutnya, program JMS merupakan terobosan efektif untuk membangun karakter generasi muda yang taat hukum.

“Program Jaksa Masuk Sekolah ini adalah langkah yang sangat baik dan berbeda. Edukasi hukum harus dimulai dari tingkat dasar, yaitu anak-anak sekolah, agar mereka memiliki pemahaman sejak dini dan tidak mudah terjerumus dalam pelanggaran hukum,” tegas Ismet Mile saat diwawancarai awak media usai kegiatan.

Ismet juga memastikan pihaknya berkomitmen penuh untuk memperluas jangkauan program ini ke lebih banyak sekolah di Bone Bolango sebagai bentuk langkah pencegahan (preventif) yang berkelanjutan.

Senada dengan Bupati, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo, Riyono, menjelaskan bahwa penegakan hukum saat ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek penindakan, tetapi juga edukasi dini.

“Kami tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan. Melalui program ini, kami memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara,” jelas Riyono.

Ia menambahkan, keberhasilan program edukasi ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara Kejaksaan dan Pemerintah Daerah dianggap sebagai kunci utama agar dampak dari penyuluhan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Melalui penguatan program JMS ini, diharapkan tercipta generasi muda Bone Bolango yang melek hukum, sekaligus mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sosial yang tertib dan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *