POHUWATO, HARIANPOST.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi yang dijadwalkan berlangsung secara masif tahun ini. Fokus utama dalam sensus kali ini adalah pendataan menyeluruh terhadap seluruh unit usaha, termasuk usaha rumahan dan bisnis online yang selama ini kerap tidak terdeteksi secara kasat mata.
Kepada Harianpost.id, Selasa, 31 Maret 2026, Kepala BPS Pohuwato Harim Imran mengatakan bahwa untuk menghadapi sensus ekonomi tersebut pihaknya sudah melakukan koordinasi lintas sektor, mulai dari sinkronisasi dokumen dengan Bupati hingga kolaborasi dengan Dinas Kominfo untuk penguatan publikasi dan dukungan dari tokoh-tokoh daerah.
Berbeda dengan pendataan parsial, Sensus Ekonomi tahun ini kata dia akan dilakukan dengan door-to-door (pintu ke pintu). Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada aktivitas ekonomi yang terlewatkan, terutama di era digital saat ini.
“Kami menyasar semua, tidak pilih-pilih. Karena banyak usaha yang tidak terlihat secara fisik, seperti jualan online. Jika tidak didatangi langsung ke rumah-rumah, potensi ekonomi ini akan terlewat dari catatan negara,” ujar Harim Imran.
Pihaknya berharap kepada warga yang ditemui oleh petugas BPS agar dapat terbuka memberikan data yang diinginkan , supaya potret ekonomi daerah selama 10 tahun ke depan bisa tergambar secara akurat.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi ini akan dibagi dalam beberapa tahapan. Dimulai dari April, BPS akan mulai merekrut petugas lapangan. Selanjutnya pada Mei pendataan awal khusus bagi pelaku usaha skala besar. Hal ini dilakukan lebih awal karena proses verifikasi data akuntansi perusahaan biasanya memakan waktu lebih lama. Kemudian pada Juni hingga Agustus pendataan serentak ke seluruh lapisan masyarakat melalui kunjungan rumah tangga.
“Data yang terkumpul nantinya akan menjadi database tunggal yang akan digunakan sebagai referensi utama pembangunan ekonomi daerah dan nasional dalam jangka panjang,”jelasnya.












