Berita

Tumbilotohe, Warisan Budaya Gorontalo yang Tak Lekang oleh Waktu

×

Tumbilotohe, Warisan Budaya Gorontalo yang Tak Lekang oleh Waktu

Sebarkan artikel ini
Tradisi Tumbilotohe di Gorontalo
Tradisi Tumbilotohe di Gorontalo

GORONTALO, HARIANPOST.ID- Gorontalo merupakan daerah yang kaya akan warisan tradisi yang masih terjaga kelestariannya hingga kini. Salah satu yang paling ikonik adalah Tumbilotohe, ritual cahaya yang menjadi napas akhir bulan suci Ramadan di Bumi Serambi Madinah.

Secara etimologi, Tumbilotohe berasal dari kata ‘Tumbilo‘ yang berarti menyalakan, dan ‘Tohe’ yang berarti lampu.

Tradisi tahunan ini mencapai puncaknya pada malam ke-27 hingga malam ke-29 Ramadan. Selama tiga malam berturut-turut, ribuan lampu minyak dari botol bekas akan berpijar menghiasi pelataran rumah dan jalanan.

Lampu-lampu ini biasanya digantungkan pada ‘Alikusu, sebuah gerbang hias khas Gorontalo. Di wilayah perkampungan, tradisi ini terasa lebih autentik karena Alikusu dihiasi dengan hasil bumi seperti pisang dan tebu.

Menariknya, hasil bumi tersebut boleh diambil secara gratis oleh warga maupun anak-anak, sebuah simbol kedermawanan dan rasa syukur.

Namun, tantangan zaman mulai membayangi. Keaslian cahaya api dari minyak tanah perlahan mulai tergerus oleh kehadiran lampu pilar atau lampu hias listrik yang lebih modern.

Meski lebih praktis, banyak yang menilai penggunaan lampu hias ini mulai mengikis nilai historis dan spiritual dari Tumbilotohe itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *