Syarif Mbuinga Itu ‘Orang Daerah’

PEMILIHAN umum tidak hanya menjadi wadah bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang terbaik. Tapi, pemilu juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk melihat pemimpin yang benar-benar ‘orang daerah’.  Bukan pemimpin yang tiba-tiba menjadi ‘orang daerah’ saat pemilu saja.

Apalagi untuk memilih anggota DPD RI yang memang seyogianya menjadi repsentasi masyarakat daerah. Fenomena ‘orang daerah’ memang kerap muncul lima tahun sekali saat pemilu saja. Tapi setelah terpilih, jangankan menyerap aspirasi masyarakat di daerah, pulang ke daerah saja sudah sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah terlihat di daerah.

Syarif Mbuinga bukan sosok yang seperti itu. Ia lahir dan berproses di daerah. Syarif sendiri termotivasi maju DPD RI karena melihat banyak persoalan daerah yang akar masalahnya harus di selesaikan di pusat. Insiden pertambangan Pohuwato 2023 lalu misalnya. Menurut Syarif, harusnya  anggota DPD RI yang saat ini duduk turut mengambil peran untuk menyelesaikan polemik tersebut.

“Tugas DPD RI bukan hanya menyosialisasikan 4 Pilar saja. Tapi menjadi perantara antara masyarakat daerah dengan Pemerintah. Kan tidak mungkin Negara ini melahirkan lembaga seperti DPD RI, tapi ruang lingkupnya hanya kecil, hanya sekadar menyampaikan 4 Pilar saja,” ungkap Syarif Mbuinga

Hal itu disampaikan Syarif saat tatap muka bersama masyarakat Pohuwato,Rabu, 7 Februari 2024, di gedung Ichsan Convention Center, Marisa.

Ia sendiri merasa perihatin dengan masyarakat Pohuwato yang seolah hanya dimanfaatkan saat pemilu saja. Lalu setelah itu, masyarakat Pohuwato dibiarkan  menyelesaikan sendiri persoalan yang dialaminya. Bahkan sewaktu Syarif masih menjabat Bupati Pohuwato dua periode, Syarif mengaku tidak pernah didatangi oleh anggota DPD RI untuk mendiskusikan permasalahan daerah yang harusnya mendapatkan atensi dari pusat.

Berbagai pengalaman lampau telah membuktikan bahwa wakil rakyat terdahulu yang dipilih masyarakat bukanlah ‘orang daerah’. Karena itu, Syarif meminta izin kepada masyarakat Pohuwato untuk dirinya maju dan duduk di Senayan. Karena memang banyak persoalan hari ini menurut dia, harus diselesaikan di pusat.

Polemik pertambangan Pohuwato yang berkepanjangan, terkait Wilayah Pertambangan Rakyat dan Izin Pertambangan Rakyat, harus diselesaikan di pusat.

“Tidak bisa kita hanya menunggu untuk menyelesaikannya di daerah, tidak akan habis permasalah tersebut. Oleh karena itu ikhlaskan saya berjuang dan kembali mengabdi untuk daerah ini lewat perjuangan di DPD RI,” ungkap Syarif meminta Izin kepada masyarakat

Dalam tatap muka yang digelar kemarin itu, tampak ribuan masyarakat memadati lokasi tatap muka. Bahkan politisi lintas partai turut hadir dalam tatap muka mantan Bupati Pohuwato dua periode tersebut.