Saipul : Iklim Investasi Sehat Jadi Kunci Keberhasilan Pohuwato Tekan Kemiskinan

POHUWATO,HARIANPOST.ID- Pemerintah Kabupaten Pohuwato di bawah nahkoda Bupati Saipul Mbuinga dan Wakil Bupati Iwan Adam terus melakukan upaya serius dalam menekan angka kemiskinan.

Upaya ini pun mulai berbuah manis. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Pohuwato tahun 2025 turun menjadi 15, 25 persen dari tahun sebelumnya, di angka 17, 11 persen.

Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Pohuwato  tersebut diakui Bupati Saipul Mbuinga tidak lepas dari peran – peran swasta dan iklim investasi sehat  yang menjadi kunci dalam menekan kemiskinan dan meningkatkan perekonomian Pohuwato. Lewat kolaborasi Pemerintah Daerah dan swasta, ia optimis upaya pengentasan kemiskinan dengan menjalankan program- program terukur, akan mendapatkan hasil yang baik.

Bupati Pohuwato dua periode ini yakin, iklim investasi yang sehat dan dengan dukungan Pemerintah Daerah, akan mendatangkan hasil yang baik bagi keuntungan investor dan membawa pengaruh besar bagi pembangunan Pohuwato ke depan.

Seiring dengan hal tersebut, dirinya menegaskan penyerapan tenaga kerja dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal, menjadi salah satu upaya untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Pohuwato.

Hal ini ditegaskannya saat bertatap muka dengan ribuan tenaga kerja perusahaan BJA Group dalam family gathering, Sabtu, 22 November 2025, di Lapangan Proklamasi, Kecamatan Popayato.

“Angka kemiskinan Pohuwato tahun 2024 di angka 17. 11 persen, pada tahun 2025 turun menjadi 15.25 persen. Ini berkat iklim investasi yang begitu baik dan mulai tumbuh di Pohuwato,”ungkap Saipul Mbuinga.

Perusahaan BJA Group dikatakan Saipul turut berperan dalam menekan pengangguran dan kemiskinan di Pohuwato. Karenanya, Saipul berharap ke depan BJA Group dapat menjadi mitra yang baik dan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tidak kalah penting, Ia juga mewanti BJA Group agar dalam berinvestasi tetap melakukan langkah – langkah berkelanjutan, baik bagi keberlangsungan perusahaan juga bagi kelestarian lingkungan sekitar tempat berinvestasi.

Di samping itu, dirinya juga menyampaikan apresiasi terhadap BJA Group yang telah menyerap tenaga kerja lokal Pohuwato melampaui ketetapan penyerapan tenaga kerja yang diatur oleh daerah, yakni mencapai 72 persen dari total tenaga kerja 1.501 orang.

Bahkan dalam kesempatan itu, Saipul mendengarkan langsung pernyataan tenaga kerja yang bahagia bisa menjadi keluarga besar BJA Group.

“Insha Allah ke depan perusahaan ini bisa terus bangkit, bersinergi, dan berkolaborasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.