POHUWATO,HARIANPOST.ID– Masyarakat di Kecamatan Duhiada’a antusias mengikuti reses yang digelar anggota DPRD Pohuwato, Nirwan Due, Senin malam, 9 Februari 2026, di Desa Buntulia Jaya.
Suasana penuh keakraban dan kehangatan tercipta di Pelataran Masjid Al – Hasanah, malam itu. Ada perasaan campur – aduk, keresahan dan kegelisahan – menyatu menjadi aspirasi yang dikeluhkan kepada politisi partai Gerindra tersebut.
Nirwan bilang, reses yang digelar DPRD Pohuwato ini menjadi momen penting bagi dirinya dan masyarakat, untuk mendengarkan dan menerima aspirasi yang selanjutnya akan diperjuangkan lewat bangku parlemen.
Banyak hal yang dikeluhkan masyarakat Duhiada’a pada reses Ketua Komisi II DPRD Pohuwato itu. Mulai dari masalah sedimentasi pasir menumpuk di lahan sawah, Penerangan Jalan Umum (PJU), kelangkaan gas LPG 3 Kg jelang Ramadan, juga masalah Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan mulai dikeluhkan karena langka.
Menjawab berbagai permasalahan tersebut, Nirwan Due datang dengan membawa sejumlah OPD terkait untuk mendengarkan dan menjawab keresahan masyarakat Duhiada’a, diantaranya Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM, Ibrahim Kiraman, Kepala Dinas Perhubungan Muslimin Nento, Dinas Pertanian dan Camat Duhiada’a.
Terkait masalah sedimentasi, dijelaskan Nirwan, DPRD Pohuwato sudah melakukan berbagai hal untuk menjawab keluhan petani sawah di Kecamatan Buntulia dan Duhiada’a. Masalah sedimentasi ini adalah masalah krusial. Bagaimana tidak, karena masalah itu masyarakat petani sawah harus mengalami gagal panen selama empat kali dan melewatkan masa tanam tiga kali, akibat akses air yang sulit diperoleh.
“Kami DPRD sudah melakukan berbagai upaya termasuk kemarin menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan menghadirkan pihak – pihak terkait, dan rapat itu memutuskan agar semua pihak ikut terlibat melakukan pengerukan sedimentasi di jaringan irigasi yang ada,”ujar Nirwan.
Sedangkan untuk aspirasi ketersediaan gas LPG Kg kata Nirwan, Komisi II DPRD Pohuwato bersama OPD terkait akan menindaklanjutinya dengan meminta penambahan kuota gas LPG.
“Besok kami tindaklanjuti lewat rapat kerja bersama pimpinan OPD terkait. Kami akan mendorong agar Pohuwato mendapat tambahan kuota gas,”terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM, Ibrahim Kiraman, mengatakan bahwa dirinya tidak akan segan – segan memberikan sanksi kepada pangkalan gas nakal yang membuat masyarakat sulit mendapatkan gas LPG 3 Kg.
Namun demikian, dirinya memastikan, Ramadan tahun ini kuota gas LPG 3 Kg di Pohuwato akan bertambah, sehingga masyarakat tidak sulit untuk memperoleh tabung melon tersebut.
“Awal ramadan ini kita akan tambahkan kuota gas LPG, sehingga ini kaki harapkan tidak akan ada masyarakat yang kesulitan memperoleh gas LPG,”tegas Ibrahim Kiraman memastikan.








