RDP Bersama Dinas Perkim, DPRD Pertanyakan Progres Program Jamban

POHUWATO – Harianpost.id- DPRD Pohuwato menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Perumahan dan pemukiman Rakyat (PERKIM) terkait persoalan Pembangunan septic yang tak kunjung selesai. Senin (17/1) di ruang rapat gedung DPRD Pohuwato.

Sekretaris Komisi III Al’amin Uduala menyampaikan bahwa setiap tahun DPRD selalu melakukan rapat evaluasi. Dan pada rapat hari ini berdasarkan evaluasi DPRD kata Al Amin bahwa semua OPD termasuk perkim mealporkan sudah 100 persen.

“Ternyata di lapangan kita temukan tumpukan  septic yang belum terpasang di rumah – rumah KSM,” Kata Al’amin

Sehingga berdasarkan temuan itu DPRD kembali RDP dengan dinas perkim dan menghadirkan eks kadis perkim, Anwar Sadat untuk di pertanyakan penyeleasian program tersebut.

Untuk itu, Al’amin Aduala menyayangkan dengan anggaran begitu besar pembangunan septic terlantar begitu saja dan banyak dikeluhkan masyarakat.

Ditanyakan apakah kasus ini akan di jalur hukum, Al’amin Aduala menyampaikan masih beri kesempatan perkim pekerjaan itu di lapangan bila mana itu tida selesai tentu akan ada langkah langkah selanjutnya akan ditempuh oleh lembaga.

“Tentunya keputusan lembaga ini tidak di tentukan oleh personal tetapi keputusan yang lahir secara kelembagaan,” katanya

Untuk diketahui total jamban yang sedang dikerjakan oleh Dinas Perkim dan KSM, sebanyak 959 unit yang terbagi di 17 Desa. Menurut KSM,  Satu unit jamban dibandrol dengan anggaran 8 juta rupiah. Dari anggaran tersebut  2 juta 900 ribu rupiah diperuntukan untuk septik pabrikan atau fiber.Total anggaran yang digunakan ungkap plt Kepala Dinas Perkim, mencapai Rp. 7.672.000.000.

Namun sejumlah ketua KSM yang hadir pada rapat bersama DPRD menyampaikan bahwa hingga saat ini masih ada anggota KSM yang belum mendapatkan septik fiber. (Jid)