SULUT,HARIANPOST.ID– Era baru pengawasan perbankan daerah kini melibatkan sentuhan profesional muda. Rania Riris Ismail (33), seorang Financial Advisor yang berpengalaman dalam analisis keuangan komprehensif, resmi mengemban amanah sebagai Komisaris Bank SulutGo, lewat RUPS tanggal 10 Februari 2026, di Sulawesi Utara.
Riris tidak hanya membawa gelar, tetapi juga kepakaran dalam asset allocation dan strategic financial planning. Kemampuan mengidentifikasi red flags keuangan secara dini menjadi aset berharga bagi fungsi pengawasan. Penunjukan ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap kapasitas generasi muda yang haus akan inovasi namun tetap berpijak pada standar operasional yang ketat.
“Seorang financial advisor terbiasa melihat big picture dari kondisi keuangan, mengidentifikasi red flags, dan memberikan rekomendasi strategis. Skill set ini sangat dibutuhkan dalam fungsi pengawasan,” ungkap seorang analis keuangan.
Pengalaman memberikan konsultasi keuangan kepada berbagai klien juga membekali Riris dengan pemahaman tentang perilaku investasi, risk appetite, dan dinamika pasar keuangan yang menjadi konteks operasi bank.
Kapasitas Manajemen Risiko Tersertifikasi
Kepemilikan sertifikasi Certificate Risk Management Officer (CRMO) menempatkan Riris pada kelompok profesional yang memiliki kompetensi formal dalam mengelola risiko korporasi. Sertifikasi ini memvalidasi pemahamannya tentang risk governance framework, metodologi risk assessment, dan implementasi mitigasi risiko—semua elemen penting dalam pengawasan bank.
Di era di mana risiko perbankan semakin kompleks—mulai dari risiko kredit macet, risiko likuiditas, hingga risiko cyber security—kehadiran komisaris dengan latar belakang risk management menjadi aset strategis bagi Bank SulutGo.
Track Record Manajerial di Perusahaan Etablished
Pengalaman sebagai Finance Manager di PT Buana Lautan Mas memberikan Riris pemahaman hands-on tentang operasi departemen keuangan dalam skala korporasi. Posisi ini melibatkan koordinasi dengan berbagai stakeholder—dari tim operasional, auditor, hingga manajemen senior—yang melatih kemampuan komunikasi dan leadership.
Sebelumnya, pengalamannya di Toyota Astra Motor Group memberikan fondasi tentang bagaimana perusahaan kelas dunia menjalankan financial control, compliance, dan performance management. Standard operating procedures yang ketat di Toyota menjadi referensi valuable untuk good corporate governance.
Pendidikan Berkelanjutan dan Keterlibatan Komunitas Bisnis
Komitmen Riris terhadap pengembangan diri terlihat dari keputusannya melanjutkan pendidikan magister dengan fokus pada keuangan dan business marketing. Pendidikan lanjutan ini memastikan bahwa pengetahuannya tentang teori dan praktik keuangan kontemporer tetap updated.
Sebagai Bendahara Umum HIPMI Gorontalo, Riris juga memiliki akses terhadap perspektif pelaku usaha lokal tentang kebutuhan permodalan, tantangan bisnis, dan ekspektasi terhadap peran bank daerah. Pemahaman ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan bank tetap aligned dengan kebutuhan sektor riil.
“Para kepala daerah selaku pemegang saham yang punya kapasitas mengusulkan berdasarkan kebutuhan profil pendidikan dan pengalaman,” tegas Erwin Ismail.
Dengan kombinasi keahlian financial advisory, kompetensi risk management tersertifikasi, pengalaman manajerial, dan pemahaman ekosistem bisnis lokal, Rania Riris Ismail diharapkan dapat memberikan kontribusi substantif dalam memperkuat tata kelola dan daya saing Bank SulutGo.












