BONEBOL, HARIANPOST.ID — Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus mematangkan langkah strategis demi mewujudkan impian masyarakat Kecamatan Pinogu memiliki akses jalan yang memadai.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango menegaskan, percepatan pembangunan infrastruktur jalan Tulabolo–Pinogu kini menjadi prioritas utama. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan teknis yang berlangsung di Naffil Cafe & Resto, Rabu, 8 April 2026.
Dalam arahannya, Sekda menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk segera melengkapi dokumen perencanaan, mulai dari Detail Engineering Design (DED) hingga Feasibility Study (FS).
Ia meminta pengerjaan dokumen tersebut dilakukan secara paralel agar tidak membuang waktu.
“Dokumen lingkungan dan perencanaan harus dipercepat. Ini menjadi syarat utama sebelum kita masuk ke tahap pembiayaan,” tegas Sekda di hadapan sejumlah pejabat OPD.
Pemerintah Daerah menargetkan seluruh administrasi dan dokumen perencanaan tuntas pada tahun 2026. Targetnya, pada tahun 2027 mendatang, fokus pemerintah sudah beralih sepenuhnya pada upaya pencarian sumber anggaran untuk pelaksanaan fisik pembangunan jalan.
Untuk menunjang mobilitas masyarakat, spesifikasi jalan Tulabolo – Pinogu rencananya akan ditingkatkan secara signifikan. Dari kondisi saat ini yang terbatas, jalan tersebut direncanakan memiliki lebar hingga 12 meter, atau minimal 8 meter.
Selain teknis, Sekda juga mengingatkan pentingnya tertib administrasi. Ia meminta agar setiap koordinasi dengan kementerian dilakukan secara tertulis sebagai dasar hukum bagi dinas teknis, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Kita butuh dasar hukum yang kuat. Setiap persyaratan dari kementerian harus ada hitam di atas putih agar menjadi acuan resmi bagi OPD dalam bergerak,” katanya lagi.
Terkait kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menggandeng Aliansi Pinogu untuk mengawal proses ini. Komunikasi dengan Balai Jalan juga terus diperkuat guna memastikan dukungan anggaran begitu dokumen perencanaan rampung.
Meski koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo sempat terkendala sinkronisasi di Bappeda Provinsi, Sekda memastikan Bone Bolango tetap bergerak mandiri dengan membentuk tim percepatan.
“Kita tidak bisa menunggu terlalu lama. Tim tetap kita bentuk secara mandiri sambil terus membangun koordinasi dengan pihak provinsi,” pungkasnya.
Selain masalah jalan, Sekda juga menaruh perhatian pada infrastruktur listrik di Pinogu yang rawan longsor. Menurutnya, potensi perubahan trase jalan nantinya akan dibarengi dengan penataan ulang jaringan listrik agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.












