Kriminal

Nyaris Hanyut! Warga Polohungo Terjang Sungai Karena Tak Ada Jembatan

×

Nyaris Hanyut! Warga Polohungo Terjang Sungai Karena Tak Ada Jembatan

Sebarkan artikel ini
Sejumlah Warga Berupaya Menyelematkan Motor yang Terbawa Arus saat Menyebrangi Sungai Deras
Sejumlah Warga Berupaya Menyelematkan Motor yang Terbawa Arus saat Menyebrangi Sungai Deras

GORONTALO,HARIANPOST.ID- Warga Desa Polohungu, Kecamatan Tolangohula, nyaris hanyut terbawa arus saat menyebrangi sungai menggunakan motor, Selasa, 31 Maret 2026.

Warga mengaku terpaksa menantang risiko demi bisa beraktivitas, lantaran jembatan yang dinantikan belum juga dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Saat melintasi sungai, arus yang deras menyeret motor yang dikendarai warga. Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan, mengingat kondisi sungai yang cukup berbahaya. Beruntung, beberapa warga yang berada di sekitar sungai, dengan sigap memberikan pertolongan. Dengan kerja sama dan upaya bersama, motor tersebut akhirnya berhasil diselamatkan, dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Bertahun – tahun menanti, warga mengaku jenuh dengan janji – janji yang belum ditepati itu. Padahal, jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari warga.

Salah seorang pemuda Desa Polohungo, Yayan Saleh, mengatakan ketidakpekaan Pemerintah Kabupaten Gorontalo terhadap kebutuhan warga akan akses jembatan, membuat masyarakat terpaksa mencari alternatif lain yang penuh risiko. Salah satunya adalah dengan menyeberangi sungai secara langsung.

Yayan pun meminta perhatian serius dari pemerintah, khususnya pemerintah pusat, untuk segera mengambil langkah konkret. Ia menilai bahwa selama ini belum ada tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam menangani persoalan tersebut, meskipun keluhan masyarakat sudah disampaikan berulang kali.

“Kejadian ini kembali menjadi bukti nyata bahwa kerusakan jembatan di Desa Polohungo bukan sekadar persoalan infrastruktur biasa, melainkan persoalan keselamatan masyarakat. Setiap musim hujan, warga dipaksa menghadapi risiko besar hanya untuk menjalankan aktivitas dasar mereka,”ungkapnya.

Yayan bilang, bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah memberi intruksi pembuatan satgas khusus darurat jembatan untuk mempermudah akses pelajar menuju sekolah, terutama terkait infrastruktur yang menjadi urat nadi kehidupan warga.

Jembatan bukan hanya sekadar fasilitas fisik, tetapi merupakan penghubung utama yang menentukan kelancaran aktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Masyarakat Desa Polohungo kini hanya bisa berharap agar pemerintah tidak lagi menunda-nunda perbaikan jembatan tersebut. Mereka membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar janji, agar aktivitas mereka dapat kembali berjalan dengan aman dan lancar tanpa harus mempertaruhkan nyawa demi keselamatan setiap hari,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *