HARIANPOST (DEPROV)– Komisi ll bidang ekonomi dan keuangan DPRD Provinsi Gorontalo menggelar rapat bersama OPD terkait guna membahas dan mengevaluasi kegiatan tahun anggaran 2021 dan pelaksanaan program kegiatan tahun anggaran 2022. Senin (17/1) di DPRD Provinsi Gorontalo.
Pada rapat ini terungkap, di tahun 2021, program yang dilaksanakan Dinas Pangan berjalan dengan target yang diberikan. Yakni target fisik 99,96 %.
Ketua komisi ll Hj Espin Tulie mengatakan, program kegiatan yang ada di dinas pangan baik itu tentang pengentasan kemiskinan, program Pekarangan pangan lestari (P2L) yang setiap tahunnya ada di beberapa desa di Kabupaten/kota semuanya mendapat alokasi dari P2L.
“Rp. 60 juta yang dikelolah oleh kelompok masyarakat. Banyak ibu-ibu rumah tangga yang kehilangan pekerjaan, ada yang kena PHK, karena itu program P2L ini sangat membantu khususnya di desa-desa yang ingin melaksanakan pertanian yang bentuk hidroponik sayur-sayuran, nah itu itu ada program P2L,”terangnya usai melakukan rapat evaluasi
Lanjut dirinya menyampaikan, pada program pengentasan kemiskinan telah mengintervensi kurang lebih 1,000 kepala rumah tangga yang masuk dalam DTKS.
“Mereka diberikan semacam bantuan pembelian, seperti komunitas yang berhubungan dengan pangan seperti beras, sayuran, semua berhubungan dengan pangan khusus bawang, rica, tomat (Barito) yang termasuk dalam pengentasan kemiskinan,” terangnya lagi
Sementara pada tahun 2022 ini, rencana kerja Dinas pangan lebih menitik beratkan pada persediaan pangan, keterjangkauan pangan dan pemanfaatan pangan.
“Persediaan pangan yang ada di provinsi Gorontalo cukup. Seperti yang mana terjadi di tahun 2021, terkait dengan keterjangkauan pangan. Dengan adanya intervensi dari dinas pangan ini, ada beberapa desa yang sudah turun levelnya dari 1 sampai 3 itu sudah ada yang masuk kategori sangat rawan,sekitar 25 desa yang turun,”jelasnya (fai)








