KABGOR,HARIANPOST.ID- Jalan rusak dan berlumpur di Kecamatan Tolangohula butuh perhatian Pemerintah Daerah. Bagaimana tidak, setiap musim hujan tiba, jalanan yang biasa dilalui warga itu dipenuhi lumpur, sehingga menyulitkan warga untuk melintas.
Di tengah kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Gorontalo dinilai abai dan lebih memilih melakukan pembangunan jalan- jalan perkotaan. Adalah Wahyudin S. Dai, mantan Wakil Presiden BEM Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGO) yang juga pemuda Tolangohula ini menuntut Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan di Tolangohula.
“Infrastruktur jalan Tolangohula kini berubah menjadi neraka lumpur yang menyiksa warga dalam mengakses Puskesmas, Sekolah, maupun Pasar. Sementara itu, Pemda malah sibuk memoles jalan-jalan kota yang sudah mulus, Pemda wajib bertanggung jawab penuh atas kelalaian ini,”ujarnya, Senin, 5 Januari 2026.
Ia mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak hanya memprioritaskan perbaikan jalan di kawasan perkotaan. Saat ini, Tolangohula kata dia, adalah wilayah yang darurat infrastruktur di Kabupaten Gorontalo.
“Tolangohula bukan daerah terpencil yang dilupakan. Saat inspeksi lapangan, turunlah ke lumpur itu, jangan bersembunyi di mobil dinas dengan kaca tertutup rapat seperti pemimpin yang acuh tak acuh terhadap rakyat. Di sini, masa depan generasi emas terhambat, ekonomi masyarakat dirampas, sementara Pemda tetap bungkam tanpa hati nurani,”tegasnya.
Kondisi jalan yang memprihatinkan itu Wahyudin bilang, membuat petani tak bisa memasarkan hasil panennya, juga anak-anak yang terhambat untuk pergi ke sekolah.
” Pemda lebih memilih mengabaikan pinggiran demi jalan protokol demi prestise, sebuah kegagalan kepemimpinan yang memilukan hati,” ujar Wahyudin yang menuntut perbaikan total seluruh jalan Tolangohula.








