POHUWATO,HARIANPOST.ID- Bupati Kabupaten Pohuwato, Saipul Mbuinga, laporkan kinerja tahun pertama pemerintahan Saipul Mbuinga – Iwan Adam (SIAP) kepada DPRD Pohuwato. Dalam nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah (LKPJ) tahun 2025 yang dibacakan dalam Rapat Paripurna, Kamis kemarin, Saipul melaporkan progress rencana strategis pemerintahan yang dipimpinnya itu.
Dirinya menyampaikan bahwa tahun pertama menjalankan roda pemerintahan, pihaknya konsisten menjalankan roda pemerintahan dengan mempedomani peraturan daerah Nomor 2 tahun 2025, Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025 – 2029.
Pada dokumen RPJMD tersebut telah ditetapkan arah kebijakan pembangunan daerah untuk kurun waktu lima tahun, di mana visi pemerintah daerah kabupaten pohuwato adalah Pohuwato Sehat, Hijau, Handal, Agamis dan Produktif. Pencapaian visi tersebut dilaksanakan melalui 6 misi.
Misi 1 : Meningkatkan Kualitas SDM Pohuwato Handal/unggul dan Berkarakter
Misi pertama ini ungkap Saipul ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan serta generasi unggul masyarakat Pohuwato. Ketercapaiannya tujuan ini diukur melalui indikator prevalansi stunting dan indeks pembangunan manusia (IPM).
“kita bersyukur nilai IPM Pohuwato setiap tahunnya mengalami peningkatan, di mana target IPM yang menjadi target RPJMD tahun 2025 sebesar 70,5 persen, terealisasi 70,59 persen atau dengan capaian sebesar 100,13 persen,”papar Bupati.
Menurut Pemkab Pohuwato capaian ini menandakan pembangunan di daerah telah berjalan dengan baik dan mampu melampaui target yang telah direncanakan.
“Selanjutnya untuk prevalansi stunting di mana target RPJMD yang ditetapkan pada tahun 2025 sebesar 17 persen, sementara realisasi yang dicapai adalah 18 persen, sehingga tingkat capaian kinerjanya sebesar 94,44 persen,”ungkapnya.
Capaian ini kata Saipul menunjukkan bahwa upaya penurunan angka stunting telah dilakukan, namun hasilnya masih sedikit di atas target yang telah ditetapkan sehingga masih diperlukan peningkatan intervensi dan koordinasi lintas sektor guna menurunkan prevalensi stunting secara lebih optimal.
Misi 2 : Meningkatkan Kualitas Ekonomi Masyarakat dan Investasi Daerah
Misi ini bertujuan agar masyarakat sejahtera dan iklim investasi kondusif. pencapaian tujuan ini diukur melalui beberapa indikator. Pada indikator kemiskinan, target yang ditetapkan sebesar 17 persen, sedangkan realisasinya mencapai 15,24 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan berhasil ditekan lebih rendah dari target yang direncanakan, dengan capaian kinerja sebesar 111,55 persen. indikator pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan kinerja yang sangat baik. dari target 4,5 persen, realisasi yang dicapai sebesar 7,5 persen, sehingga capaian kinerjanya mencapai 166,67 persen,” papar Bupati
Kondisi ini bagi Saipul mencerminkan bahwa aktivitas perekonomian daerah berkembang lebih cepat dari yang diproyeksikan. Selanjutnya pada indikator gini ratio, target yang ditetapkan sebesar 0,4, sedangkan realisasinya sebesar 0,392. nilai tersebut menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan yang lebih rendah dari target yang direncanakan, dengan capaian kinerja sebesar 120,04 persen, yang berarti distribusi pendapatan masyarakat semakin membaik.
Pada indikator kontribusi PDRB terhadap PDRB Provinsi, target yang ditetapkan pada tahun 2025 sebesar 15,78 persen, sementara realisasi yang dicapai sebesar 16,13 persen. capaian tersebut menunjukkan bahwa kontribusi perekonomian daerah terhadap perekonomian provinsi mengalami peningkatan dan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. dengan demikian, indikator ini memperoleh capaian kinerja sebesar 102,22 persen, yang mencerminkan bahwa peran dan kontribusi daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi semakin meningkat.
Pada indikator PDRB per kapita ADHB, target yang ditetapkan sebesar Rp 56,217 sementara realisasinya mencapai Rp 61,033 sehingga menghasilkan capaian kinerja sebesar 108,57 persen. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pendapatan masyarakat. indikator PDRB per kapita ADHK menunjukkan capaian yang sangat signifikan, dengan target sebesar Rp 34,325 dan realisasi mencapai Rp 36,39 sehingga menghasilkan capaian kinerja sebesar 106,02 persen. Selain itu, indikator nilai realisasi investasi juga memperlihatkan kinerja yang sangat baik. dari target Rp 2,3 triliun, realisasi yang dicapai sebesar Rp 4,1 triliun, dengan capaian kinerja sebesar 178,26 persen, yang menunjukkan meningkatnya aktivitas investasi di daerah.
“Terakhir, pada indikator tingkat pengangguran terbuka, target yang ditetapkan sebesar 3 persen sedangkan realisasinya 2,83 persen, sehingga capaian kinerja mencapai 106 persen. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja,” paparnya.
Misi 3 : Meningkatkan Pembangunan infrastruktur yang Merata dan Berkualitas
Misi ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatnya kualitas infrastruktur daerah. Pencapaian tujuan tersebut diukur melalui indikator indeks kepuasan layanan infrastruktur dimana indeks kepuasan layanan infrastruktur pada tahun 2025 ditetapkan target sebesar 81 persen, sedangkan realisasi yang dicapai adalah 71,05 persen dengan capaian 87,72 Persen.
“Capaian ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan infrastruktur sudah mencapai sebagian besar dari target yang ditetapkan, meskipun masih terdapat selisih antara realisasi dan target yang perlu menjadi perhatian untuk peningkatan kinerja pada periode berikutnya,”kata Saipul.
Misi 4 : Mewujudkan Pohuwato Hijau, Bersih, Asri dan Tanggap Bencana
Misi ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatnya pengelolaan lingkungan hidup dan ketahanan bencana daerah. pencapaian tujuan diukur melalui indikator indeks pengelolaan lingkungan hidup dan indeks resiko bencana.
Pada indikator indeks pengelolaan lingkungan hidup, target yang ditetapkan pada tahun 2025 sebesar 48,02 persen, dengan realisasi sebesar 35,43 persen, sehingga tingkat capaian kinerjanya mencapai 73,78 persen.
“Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan hidup di daerah masih belum mencapai target yang diharapkan, sehingga diperlukan peningkatan upaya dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan secara lebih optimal,”kata Saipul.
Sementara itu, pada indikator indeks risiko bencana, target yang ditetapkan sebesar 159, dengan realisasi sebesar 182, sehingga tingkat capaian kinerjanya mencapai 87,38 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa tingkat risiko bencana masih berada di atas target yang direncanakan, sehingga diperlukan langkah-langkah strategis dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui peningkatan mitigasi, kesiapsiagaan, serta penguatan koordinasi antar instansi terkait,”terangnya.
Misi 5 : Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik yang Baik dan Berkualitas
Misi ini dilaksanakan dengan tujuan menciptakan pemerintahan profesional, berintegrasitas dan optimal dalam melayani masyarakat. Pencapaian tujuan diukur melalui indikator indeks reformasi birokrasi. Capaian kinerja pada indikator indeks reformasi birokrasi menunjukkan hasil yang sangat baik.
Target yang ditetapkan pada tahun 2025 adalah sebesar 74 persen, sementara realisasi yang berhasil dicapai adalah sebesar 77,53 persen. Dengan demikian, tingkat capaian kinerja mencapai 104,77 persen.
“Hal ini mencerminkan adanya peningkatan dalam tata kelola pemerintahan, digitalisasi, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta upaya mewujudkan birokrasi yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel,”ungkap Bupati memaparkan.
Misi 6 : Mewujudkan Masyarakat Religius dan Damai Dalam Bingkai Tatanan Budaya, Adat Istiadat
Misi ini dilaksanakan dengan tujuan menciptakan masyarakat damai dalam bingkai adat serta budaya daerah. pencapaian tujuan diukur melalui indikator indeks keamanan dan ketertiban.
“Capaian indikator kinerja utama misi 6 tahun 2025 menunjukkan hasil yang optimal. Target yang ditetapkan pada tahun 2025 adalah sebesar 85, dan realisasi yang dicapai juga sebesar 85, sehingga tingkat capaian kinerjanya mencapai 100 persen,” paparnya.












