HUT ke-23 Pohuwato: Ketua DPRD Ajak Warga Buang Budaya ‘Tutuhiya’

POHUWATO,HARIANPOST.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Pohuwato, Rabu, 25 Februari 2026.

Momentum ini menjadi ajang refleksi sekaligus apresiasi atas capaian pembangunan di Bumi Panua.

Dalam pidatonya, Ketua DPRD Pohuwato menekankan pentingnya sense of belonging atau rasa memiliki dari seluruh elemen masyarakat. Ia mengingatkan agar masyarakat menjauhi budaya negatif yang dapat menghambat progres daerah.

“Mari kita eratkan persatuan, Buhuta Walama. Kita hindari budaya Tutuhiya—budaya saling menjatuhkan. Mari fokus meraih kemajuan, kemandirian, dan simpati rakyat,” tegasnya di hadapan peserta sidang.

Peringatan HUT kali ini terasa spesial karena bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinan Bupati Saipul A. Mbuinga dan Wabup Iwan S. Adam. DPRD memberikan rapor hijau atas sejumlah capaian signifikan.

Tak lupa, apresiasi tinggi diberikan kepada para tokoh proklamator pembentukan Kabupaten Pohuwato. Ketua DPRD menyebut perjuangan tokoh masyarakat, mahasiswa, dan pemuda di masa lalu adalah amal jariyah yang menjadi fondasi berdirinya kabupaten hingga usia 23 tahun ini.

“Usia 23 adalah fase kedewasaan. Pengalaman yang ada harus menjadi modal berharga untuk membangun Pohuwato jauh lebih baik,” pungkasnya.

Sejumlah tokoh penting tampak hadir, antara lain Gusnar Ismail, Syarif Mbuinga, Thariq Modanggu, unsur Forkopimda, serta jajaran pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Pohuwato.

News Feed