GORONTALO, HARIANPOST.ID- Upaya memutus rantai kemiskinan di pesisir Kabupaten Gorontalo kini memasuki babak baru. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Sun Biki, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pembangunan pelabuhan ikan tangkap yang representatif di kawasan pantai Bilato guna menggerakkan ekonomi warga yang selama ini masih tertinggal dibandingkan wilayah lain.
Langkah strategis ini mencuat dalam agenda reses yang mempertemukan Sun Biki dengan masyarakat dan pemerintah dari tiga desa sekaligus, yakni Desa Bilato, Ilomata, dan Pelehu, pada Kamis (6/2). Komitmen warga tidak main-main; pemerintah di tiga desa tersebut secara kolektif telah sepakat menyediakan lahan representatif demi memastikan proyek ini bukan sekadar wacana.
Gerak Cepat ke Level Nasional Merespons dukungan riil tersebut, Sun Biki yang didampingi Kabid Ikan Tangkap Dinas KKP Provinsi, Sabaria, langsung melakukan langkah jemput bola. Di hadapan warga, Sun Biki menghubungi pejabat Eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Darmadi, serta berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas KP Gorontalo yang baru, Dr. Arianto Husain.
“Kami ingin usulan ini segera ditindaklanjuti karena akan memberikan multiplier effect yang luar biasa bagi pendapatan nelayan di Bilato yang saat ini masih relatif rendah. Ini adalah kebutuhan mendesak,” tegas Sun Biki.
Dalam komunikasi tersebut, terungkap adanya peluang besar melalui bantuan luar negeri. Sun Biki mendorong agar Gorontalo mendapatkan alokasi pembangunan pelabuhan perikanan yang representatif di Bilato, menyusul daerah lain yang telah mendapatkan program “Kampung Nelayan Merah Putih” dengan anggaran sekitar Rp22 miliar.
Rencana pembangunan pelabuhan ini memiliki nilai historis dan rasionalitas yang tinggi. Secara karakteristik, pesisir Bilato memiliki palung laut dalam yang bahkan menyimpan jejak situs pelabuhan peninggalan era Belanda. Secara sosial, 90 persen penduduknya adalah nelayan.
Pembangunan pelabuhan ini juga diproyeksikan menjadi legacy atau warisan kepemimpinan Pemerintah Provinsi saat ini. Proyek besar ini sebelumnya sempat menjadi impian di era mantan Bupati Nelson Pomalingo namun belum berhasil direalisasikan.
“Kajian holistik akan melibatkan pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi. Jika kita memiliki niat baik untuk menyejahterakan rakyat, sinergi ini harus jalan,” tambahnya.
Selain memperjuangkan proyek jangka panjang, Sun Biki juga membuktikan keberpihakannya pada nelayan kecil melalui realisasi pokok-pokok pikiran (Pokir). Pada kesempatan tersebut, ia menyerahkan 3 unit motor coolbox untuk penjual ikan di Desa Ilomata.
Dalam waktu dekat, Sun Biki juga dijadwalkan akan menyerahkan bantuan 3 unit motor tempel 15 PK untuk masing-masing satu nelayan di Desa Bilato, Pelehu, dan Ilomata. Bantuan alat tangkap ini diharapkan menjadi stimulan jangka pendek untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan harian nelayan setempat sebelum pelabuhan besar terwujud.












