POHUWATO,HARIANPOST.ID- Koperasi Bukit Sawit Popayato (BSP) sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang dipusatkan di Lapangan Proklamasi, Desa Bukit Tingki, Kecamatan Popayato,Senin, 9 Februari 2026.
Dihadiri oleh sekitar 400 anggota koperasi, RAT ini menjadi momentum krusial bagi koperasi dalam merombak struktur organisasi dan memperkuat target capaian ekonomi di tahun mendatang.
Kegiatan RAT Koperasi BSP ini turut dihadiri Kepala Dinas Perindagkop, Ibrahim Kiraman, didampingi Kepala Bidang Perindagkop, Camat Popayato, Camat Popayato Timur, serta perwakilan dari pihak TNI dan Kepolisian.
Tidak hanya itu, sejumlah kepala desa binaan, yakni Kepala Desa Bukit Tingki, Tunas Harapan, Dambalo, dan Telaga, turut hadir dalam rapat tersebut.

Sejumlah keputusan penting, menjadi hasil rapat yang disepakati bersama antara anggota dan pengurus koperasi BSP. Diantaranya, Koperasi BSP secara resmi menetapkan Wardin Rasyid sebagai Sekretaris Baru.
Selain perubahan struktur, forum juga menyepakati perubahan penting dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).Perubahan tersebut meliputi penyesuaian regulasi terkait simpanan pokok dan wajib, biaya operasional pengurus, hingga penertiban status keanggotaan koperasi guna meningkatkan profesionalisme tata kelola lembaga.
Lewat RAT itu Pengurus Koperasi BSP juga memberikan kabar baik terkait proyeksi pendapatan dari sektor perkebunan. Berdasarkan koordinasi dengan pihak mitra (perusahaan), koperasi binaan PT Sawit Tiara Nusa (STN) itu menargetkan nilai Sharing Profit (SHP) Flat Koperasi pada tahun 2026 akan melonjak menjadi Rp160.000.000 per bulan.
Angka ini naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di kisaran Rp105.000.000 per bulan.
“Harapan kami, pihak mitra terus memaksimalkan perawatan kebun plasma agar di tahun-tahun mendatang hasil yang didapatkan anggota bisa jauh lebih besar lagi,” ungkap ketua Koperasi BSP Hamid Liputo didampingi jajaran pengurus dan pengawas koperasi.
Di sisi lain, pengurus juga meminta dukungan penuh dari seluruh anggota untuk terus bersinergi dalam mengawasi jalannya pengelolaan Kebun Plasma.
“Pengawasan yang ketat dan dukungan terhadap pengurus menjadi kunci utama agar target pendapatan seratus juta lebih tersebut dapat terealisasi dengan stabil,”ungkap Hamid yang berharap target tersebut dapat tercapai.








