JAKARTA, HARIANPOST.ID – Khawatir pembangunan di daerah macet total akibat kebijakan pemangkasan fiskal pusat, Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo mendatangi Gedung Bappenas RI, Rabu, 21 Januari 2026.
Langkah ini diambil guna memastikan proyek strategis di Gorontalo tidak terkena dampak efisiensi anggaran yang dinilai bisa melumpuhkan otonomi daerah.
Sekretaris Komisi III, I Wayan Sudiarte, bersama timnya secara khusus mengawal proposal pembangunan jalan di Gorontalo. Pasalnya, saat ini 83% kapasitas fiskal daerah masih bergantung penuh pada pusat.
Jika efisiensi terus dilakukan, daerah terancam gagal menyejahterakan rakyatnya. Anggota Komisi III, Sun Biki dan Syarifudin Bano, menaruh harapan besar pada ruas jalan Asparaga-Mohiyolo sepanjang 16,5 km.
“Ini adalah sentra produksi tani. Jika anggaran pusat dipangkas tanpa solusi, ekonomi warga kami taruhannya,” tegas mereka di hadapan pejabat Bappenas.
Upaya yang dilakukan DPRD Provinsi Gorontalo itu pun mendapat tanggapan baik dari Bappenas. Sebagai solusinya, usulan pembangunan jalan di Gorontalo akan diprioritaskan melalui program Inpres Jalan Daerah tahun 2026.
Perencana Ahli Utama Bappenas RI, Tonny Waskito dalam kunjungan DPRD Provinsi Gorontalo itu mengatakan bahwa Gorontalo termasuk daerah yang sangat proaktif mengajukan proposal secara tematik dan terukur.
Momentumnya kata dia sangat tepat waktu, karena akan segera dibahas bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian PU pada akhir Januari atau awal Februari ini.












