BBM Bersubsidi Mulai Langka Jelang Ramadan, DPRD Pohuwato Panggil Pengelola SPBU

POHUWATO,HARIANPOST.ID- Akhir – akhir ini ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Pohuwato sulit diperoleh. Hal itu menimbulkan gelombang kekhawatiran dari masyarakat, terlebih jelang Ramadan yang tinggal menghitung hari.

Kekhawatiran masyarakat itu menjadi salah satu dari banyaknya aspirasi yang disampaikan dalam reses – reses anggota DPRD Pohuwato.

Tindaklanjuti keluhan itu, Komisi II DPRD Pohuwato gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait, termasuk pengelola SPBU, Selasa, 10 Februari 2026, di Ruang rapat DPRD Pohuwato.

Sejumlah rekomendasi penting pun berhasil dirumuskan dalam RDP tersebut. Diantaranya, DPRD mengusulkan tambahan kuota BBM, usulan pembangunan depot BBM di Kabupaten Pohuwato, dan penertiban pembelian BBM menggunakan galon yang semakin masif.

“Kami sepakat mengusulkan beberapa hal, yakni penambahan kuota BBM, pembangunan depot BBM di Kabupaten Pohuwato, serta penertiban pembelian BBM menggunakan galon,” ucap Ketua Komisi II DPRD Pohuwato Nirwan Due.

Dalam RDP itu, Nirwan didampingi anggota Komisi II, Febriyanto Mardain, Rizal Pasuma, Suprapto Monoarfa,dan Jeni Ematulung. Tidak hahya itu, RDP ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Iskandar Datau, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Kepala Dinas Perhubungan Muslimin Nento, serta Kepala PLN Rayon Marisa.

Lebih lanjut, dalam RDP itu kata Nirwan, DPRD menyarankan kepada pelaku usaha SPBU untuk mengatur ulang pembelian BBM dengan menggunakan galon.

“Mereka para pelaku usaha SPBU sepakat pembelian BBM menggunakan galon akan diatur sesuai prosedur pengisian yang benar,” ucapnya.