RENCANA pengurangan pembayaran TPP ASN oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo, membuat ASN Boalemo cemas, lantaran nasibnya kini dalam ketidakpastian.
Pembayaran TPP bagi ASN merupakan salah satu komitmen yang selalu dijanjikan Bupati Boalemo Rum Pagau dan Wakil Bupati Lahmuddin Hambali dalam berbagai kesempatan saat pemilihan kepala daerah tahun 2024 lalu.
Namun harapan ASN untuk mendapatkan pembayaran TPP secara utuh tanpa potongan, kini akan menjadi janji semata.
Kini, ASN Boalemo menanti dalam penantian ketidakpastian. Akankah Bupati Boalemo Rum Pagau dan Wakil Bupati Lahmuddin Hambali benar-benar akan menunaikan janjinya untuk membayarkan TPP tanpa potongan, atau harus kembali menahan sabar di tengah informasi bahwa Pemkab Boalemo hanya akan membayarkan TPP tidak secara penuh ?
Di balik seragam rapi dan wajah penuh tanggung jawab Pegawai Negeru Sipil itu tersimpan kekhawatiran mendalam soal masa depan keluarga. Bagi sebagian besar ASN, TPP bukanlah sekadar tambahan. Dana itu selama ini menjadi penyambung harapan, dari kebutuhan sehari-hari, membayar cicilan rumah dan kendaraan, hingga yang paling menyentuh membiayai pendidikan anak.
Janji politik, merupakan representasi dari kontrak sosial antara pemimpin dengan rakyat. Ketika seorang pemimpin membuat janji, mereka tidak hanya membangun ekspektasi publik, tetapi juga menciptakan kewajiban moral dan politik untuk merealisasikannya.
Janji politik juga harus dilihat dari dimensi etika. Dalam sistem demokrasi, pemimpin dipilih berdasarkan kepercayaan rakyat. Ketika janji politik dilanggar, kepercayaan ini tercoreng, dan dampaknya meluas pada legitimasi pemerintah.
Oleh karena itu, penting bagi pemimpin untuk menyadari bahwa janji politik adalah cerminan dari integritas dan komitmen mereka terhadap rakyat.








