oleh

BNNP Gorontalo Beri Pelatihan Life Skill Kepada Masyarakat di Wilayah Rawan Narkotika

GORONTALO, HARIANPOST.ID– Hari kedua pelaksanaan bimbingan tekhnis, Badan Narkotika Nasional Provinsi Gorontalo (BNNP) memberikan pelatihan keahlian kepada peserta yang merupakan masyarakat desa Ayula dan desa Bubeya, Bone Bolango, Kamis, 28 Juli 2022.

Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol Ir. Sukandar, M.M. Melalui Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Gorontalo, Abdul Muchars Daud mengatakan permasalahan narkoba di Indonesia terus meningkat di mana salah satu sebabnya adalah kurang daya mobilisasi gerakan penanganan narkoba.

“Yang menjadi masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba adalah menjamurnya kawasan sebagai pasar narkoba,”uap Muchars di hotel Toewawa Bubeya kecamatan Suwawa, Bone Bolango.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh BNN diseluruh Indonesia diketahui bahwa kawasan rawan narkoba di Indonesia di estimasikan berjumlah 654 kawasan dengan berkategorikan bahaya dan waspada.

Sementara itu pada tahun 2021 jumlah kawasan rawan narkoba meningkat menjadi 8.691 yang tersebar di kawasan desa, kota, pesisir dan wilayah perbatasan.

Untuk Gorontalo sendiri ungkap Muchars, data laporan kategori kerawanan narkoba dengan status bahaya waspada pada wilayah desa Kabupaten/Kota Gorontalo tahun 2022 berjumlah 57 kawasan dengan kategori bahaya 15 kawasan dan kategori waspada 42 kawasan dan di Kabupaten Bone Bolango sendiri ada 39 kawasan rawan.

“Lewat bimbingan teknis life skill bagi masyarakat kawasan rawan narkoba di wilayah pedesaan ini diharapkan agar kiranya dapat mengurangi angka kawasan rawan yang ada di Bone Bolango,” harapnya

Lebih lanjut Abdul Muchars Daud mengajak milenial yang ada di Bone Bolango khususnya desa Ayula tilango dan desa Bubeya dalam melakukan hal-hal positif dan juga bernilai.

“Untuk menghindari kawasan rawan yang ada di Bone Bolango kami mengajak anak muda milenial banyak melakukan kegiatan positif serta memberdayakan pemuda yang ada di dua desa tersebut,”ajaknya

Terakhir ia dari 30 peserta yang hadir mengikuti kegiatan pelatihan dapat meningkatkan perekonomian Bone Bolango serta mampu berkolaborasi dengan BNNP Provinsi Gorontalo untuk menciptakan desa bersih dari narkotika. (Fai)