oleh

Hibah Milik Koperasi Disalahgunakan, Adhan Dambea Siap Tempuh Jalur Hukum

GORONTALO –Harianpost.id- Aset milik Koperasi konsumen Anugerah Deheto Mandiri Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, yang diperoleh dari hibah, tak dikelola dengan baik. Mirisnya, aset milik koperasi itu malah dimanfaatkan sendiri oleh oknum (SK). Hal itu terungkap saat anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea dan Indriani Dunda melaksanakan reses, Senin, 20 Juni 2022.

“Koperasi ini sendiri mendapatkan hibah dari kementerian melalui Dinas kelautan Provinsi Gorontalo. Adapun hibah yang diberikan adalah mesin perahu 32Gt dan pabrik es,” ucap Politisi Adhan Dambe didampingi Indriani Dunda.

Aset milik koperasi itu harusnya dikelola dengan baik, setelah diserahkan secara resmi kepada pengurus koperasi. Namun dari dokumen yang ada kata Adhan, yang menerima dan menandatangani dokumen hibah itu bukanlah ketua koperasi.

“Ini aneh, bukan ketua koperasi yang menandatanganinya, akan tetapi ada salah satu oknum. Ini mafia namanya,” ungkap Adhan yang mengisyaratkan agar pemerintah Provinsi Gorontalo segera bertindak cepat mengungkap hal ini.

Ditambah lagi, pabrik es yang harusnya dikelolah oleh koperasi malah digunakan secara pribadi. Ia pun mewanti Dinas Kelautan Provinsi Gorontalo dan Dinas Koperai dan perindustrian, perdagangan untuk segera menyelesaikan masalah ini,

“Saya memberikan kesempatan satu minggu kepada Dinas kelautan, Dinas koperasi perindag untuk menyelesaikan persoalan ini, apabila satu minggu tidak ada kabar, maka saya akan bawa ini ke ranah hukum,” tegas Mantan Walikota Gorontalo itu.

Sementara itu Indriani Dunda menambahkan, dirinya berharap agar bantuan yang harusnya dikelola oleh koperasi ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

“Biarlah koperasi yang mengelolanya, jangan hanya untuk mementingkan diri sendiri akan tetapi tidak memikirkan koperasi,” tegas Indriani

Di reses tersebut Ketua Koperasi Drs. Fitri membenarkan apa yang disampaikan oleh kedua anggota DPRD, Adhan Dambea dan Indriani Dunda itu.

“sangat miris ,bisa dibayangkan setiap harinya pabrik es bantuan itu bisa memproduksi  400 balok es. Tapi belum dirasakan oleh koperasi, justru hanya dinikmati secara pribadi,” terangnya (Tr-1/Fai)