oleh

Ketua Koperasi GSM Minta Perusahaan Sawit Pikirkan Nasib Petani Sawit di Pohuwato

-LEGISLATIF-1,381 views

HARIANPOST (Pohuwato)-Masyarakat petani sawit di Kabupaten Pohuwato menuntut perusahaan sawit yang berinvestasi di wilayah itu untuk merealisasikan hak petani plasma yang seharusnya di nikmati oleh masyarakat yang ada.

Ketua Asosiasi petani kelapa sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Pohuwato, Muhajir Laindi pun menegaskan kepada pihak perusahaan sawit agar memikirkan nasib petani sawit yang ada di Pohuwato. Hal itu ditegaskan Muhajir saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Pohuwato, pihak perusahaan sawit, pengurus koperas dan petani sawit. Rabu (23/12) di aula DPRD Pohuwato.

Pada pertemuan tersebut Muhajir yang juga ketua koperasi gerbang sawit mandiri (GSM) Popayato Barat ini menyampaikan bahwa kelanjutan koperasi plasma di Pohuwato juga harus mendapat perhatian serius.

” Pada intinya masyarakat sekaligus pengurus koperasi meminta agar supaya ada perhatian dari perusahaan agar keberlangsungan koperasi plasma tetap berjalan. Karena investasi di Pohuwato sudah lama, paling tidak petani plasma di Pohuwato sudah harus sudah menerima hasil,” Pinta Muhajir.

Dalam RPD tersebut juga terungkap bahwa saat ini sudah ada koperasi yang menerima sisa hasil usaha (SHU). Namun koperasi plasma lainnya kata dia belum juga menerima SHU yang disebabkan kesalahpahaman antara perusahaan dan pengurus Koperasi.

Disamping itu, pada rapat itu juga terjadi perdebatan sengit yang mempersoalkan rapat anggota tahunan (RAT) anggota koperasi GSM.

“Sehingganya Alhamdulillah sudah di akui legal oleh pihak pemerintah dan pihak perusahaan. Karena memang pada dasarnya, RAT koperasi gerbang sawit mandiri yang ada di Kecamatan Popayato Barat itu dilakukan atas dasar surat perintah RAT oleh dinas perindagkop itu sendiri,” Jelas Muhajir.

“Pada intinya rapat ini memikirkan hajat hidup masyarakat petani sawit untuk bisa menerima hasil kebun-kebun yang selama ini telah ada. Insya Allah dari hasil rapat ini akan segera keluar setipikat hak miliki (SHM) para petani yang tergabung dalam anggota koperasi,” Imbuhnya.

Ketua Koperasi GSM Muhajir Laindi saat di wawancara awak media

Seiring dengan RDP yang telah dilaksanakan itu, petani plasma dan pengurus koperasi GSM juga memberikan apresiasi kepada Komisi II DPRD Pohuwato yang telah melakukan mediasi antara pihak perusahaan dan masyarakat petani Plasma di Pohuwato.

“Kami juga selaku pengurus koperasi gerbang sawit mandiri sangat berterima kasih kepada komisi II yang di ketuai oleh bapak Rizal Pasuma yang sudah memediasi rapat dengar pendapat, sehingganya komunikasi yang selama ini kurang terjalin antara koperasi dan perusahaan bisa bersinergi bersama dinas Perindagkop,” Ungkap Muhajir. (D.01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *