oleh

Syarif Singgung Oknum Yang Mengklaim Program Readsi

HARIANPOST- Program aprodi rural empowertmen development agricultural scaling up initiative (Readsi) merupakan program murni oleh Pemerintah untuk memberi penguatan kapasitas terhadap kelompok tani. Karena itu Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga menegaskan bahwa program readsi di Pohuwato tidak ada hubungannya dengan “merek” tertentu.

Sebab menurut Syarif, saat ini ada oknum yang coba mengklaim Program readsi yang ada di Pohuwato dengan menyampaikan bahwa program ini adalah program buah tangan miliknya.

“Mohon untuk diluruskan, ini adalah kerja-kerja pemerintahan secara berjenjang dari level Desa, di tingkatan penyuluh, mantri tani, di level dinas dan di integrasikan program pusat readsi,” Terang Syarif pada penyerahan bantun sosial Readsitahun 2020 di Kecamatan Dengilo, Rabu (11/11).

Bupati Pohuwato dua periode itu menyampaikan bahwa bantuan readsi merupakan program yang telah berlangsung selama dua tahun dan akan terus berlangsung hingga lima tahun kedepan. Oleh karena itu, dia berharap kepada penerima bantuan agar memanfaatkan bantuan itu dengan sebaik-baiknya, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini sangat memberi dampak pada ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah kita mendampatkan alokasi bantuan dana melalui Readsi yang sesungguhnya bersumber dari pusat yang terlebih dulu harus di tanggulangi dana APBD,” Ungkap Syarif Mbuinga.

Menariknya ungkap Syarif, program ini tidak hanya berlangsung selama satu tahun, namun tetap akan terus berkelanjutan dan diyakini Program ini akan membuat program pertanian berhasil.

Karena itu Syarif tidak ingin kedepan program ini disalah gunakan dan tidak dimanfaatkan dengan baik oleh anggota kelompok tani yang menerim bantuan. Sebab program ini akan terus berkelanjutan hingga tahun-tahun yang akan datang.

“Kalau ada penerima yang tidak serius dan sungguh-sungguh memanfaatkan program ini dengan baik, maka dengan sendirinya pihak penyuluh pendampingan program ini akan melakulan evaluasi yang akan berakibat terhadap tidak berlanjutnya program ini,” Terang syarif.

Sementara itu penjabat kepala dinas pertanian Ikbar At. Salam mengungkapkan bahwa penerima program readsi di Kecamatan Dengilo ada 21 kelompok yang terbagi di tiga Desa.

” Dari setiap kelompok ada 25 anggota dengan anggaran readsi tahun 2019 itu kurang lebih 105 juta rupiah yang diperuntukan untuk kegiatan sosialisasi dan sekolah lapang. Kemudian tahun 2020 kurang lebih itu anggarannya 1 miliyar 121 juta rupiah di Kecamatan Dengilo untuk tiga Desa yang ada program readsi,” Ungkap Ikbar. (D.01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed