oleh

Pemuda Harus Jadi Subjek Bukan Objek Politik

KOTA GORONTALO, HARIANPOST.ID- Dalam politik, tidak ada jalan pintas yang pantas. Bila anak muda ingin di dengar suaranya, maka anak muda harus memiliki wakilnya yang juga dari golongan anak muda. Hal inilah yang mendasari Fachrudin Salilama memutuskan maju untuk merebut satu kursi di Dewan Andalas (DPRD Kota Gorontalo) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

Didin, sapaan akrabnya, kekeuh maju pada Pileg mendatang karena ingin menjadi representasi pemuda di Parlement Kota. Dirinya tidak ingin Generasi Z, Milenial dan Pemuda di Kota Gorontalo hanya menjadi objek bagi para politisi yang berkamuflase menjadi politisi milenial. Padahal, dalam kerja – kerja politiknya tak sedikitpun mempertimbangkan keinginan Generasi Z, milenial dan pemuda.

Generasi potensial ini harusnya kata Didin menjadi subjek  dalam kerja politik dan dalam setiap keputusan yang diputuskan di Dewan Kota harus mewakili seluruh aspirasi masyarakat, termasuk dari suara pemuda.

Pada Pemilu 2024 mendatang, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan bahwa Pemilu 2024 akan didominasi oleh generasi Z dan milenial yang berada di rentang usia 17-39 tahun. Berdasarkan hasil survei CSIS, jumlah kedua generasi tersebut mendekati 60% dari total pemilih. (Sumber : dataIndonesia.Id).

Berdasarkan presentase tersebut Generasi Z dan Milenial harus menjadi Sujek bukan sebagai objek politik. Didin paham betul apa yang diinginkan generasi ini. Tidak heran, Didin yang juga Sekretaris KNPI Kota Gorontalo dan Ketua Esport Indonesia (ESI ) Kota Gorontalo ini  aktif melaksanakan kegiatan yang menjadi wadah bagi pemuda untuk mengembangkan minat dan bakat.

Dirinya memiliki keinginan besar, menjadikan Kota Gorontalo sebagai Kotanya Para Pemuda. Artinya Pemuda memiliki peran besar dalam setiap pengambilan kebijakan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Didin mengajak pemuda Kota Gorontalo untuk memenangkankan pemuda di Pileg Kota Gorontalo 2024 mendatang.